Rabu, 16 Juli 2008

Diarsipkan di bawah: Fokus, Tips & Trik, Usaha

Menuju Arah Positif
Meskipun zaman boom dotcom telah lewat, bisnis warung Internet (warnet) di Indonesia masih cukup menarik. Diperkirakan bisnis ini akan bergairah kembali setelah mengalami kelesuan sepanjang tahun 2004 dan 2005.

53-aufm-warnet-depan.jpg

Meskipun teknologi berkembang dengan cepat, pemenuhan akan akses Internet yang murah dan cepat saat ini hanya bisa diberikan oleh warnet. Beberapa teknologi akses Internet yang sekarang diberitakan berbiaya murah pun, jika diperhatikan, ternyata tetap sangat mahal. Harga perangkat komputer, baik perangkat keras maupun lunak, masih tidak terjangkau oleh sebagian besar masyarakat kita sehingga kebutuhan akan warnet akan selalu ada.

Teknologi-teknologi akses Internet yang baru, seperti GPRS, WiFi HotSpot, 3G, tetap menjadi barang mewah karena biaya untuk mengaksesnya sangat mahal. Sebagai contoh, akses termurah dari mobile Internet adalah Rp 2/kb. Dalam waktu 1 menit, Anda sudah bisa men-download sebesar 1 MB yang berarti = Rp2000, bandingkan dengan biaya akses di warnet. Memang benar, jika Anda hanya sekadar chatting, aksesnya akan murah. Namun, apakah kita hanya melakukan chatting saja di Internet?

Semakin maraknya penggunaan Internet membuat para pebisnis atau investor melirik peluang ini sebagai usaha yang menjanjikan. Tak hanya konsultan atau pebisnis spesialis, pengusaha tanggung yang hanya memiliki modal pas-pasan pun dapat membangun bisnis ini dengan segenap usaha penekanan terhadap biaya.

Seperti yang kita ketahui bahwa investasi awal pada proyek yang berhubungan dengan IT adalah investasi yang sangat besar. Investasi awal yang ditanam pada pembangunan warnet ini meliputi pembuatan jaringan serta instalasi perangkat keras dan perangkat lunak. Tidak ketinggalan izin usaha yang merupakan poin penting, tapi sering terlupakan oleh para pengusaha warnet.

CHIP mengunjungi beberapa warnet secara acak di Jakarta untuk ‘mengintip’ apa-apa saja yang dibutuhkan dalam membangun warnet, kendala, dan beragam informasi yang patut disimak. Tak ketinggalan, CHIP juga melakukan wawancara dengan Irwin Day dari Asosiasi Warnet Indonesia (AWARI).

Persiapan awal
Bukan hanya dana yang diperlukan pada pembangunan warnet, rencana yang matang dan tidak setengah-setengah perlu dipersiapkan dengan baik pula. Biasanya, persiapan membangun warnet kurang lebih 3 bulan, mulai dari pencarian tempat, pencarian SDM yang andal, pembelian alat-alat dan perlengkapannya, pengurusan jasa provider untuk koneksi Internet, juga pengurusan badan hukumnya.

Menggunakan jasa konsultan untuk membangun dan mengelola warnet sah saja dilakukan sepanjang modal yang dimiliki mencakup untuk itu. Biasanya jasa konsultan perlu digunakan selama tahun pertama operasional. Lebih dari 1 tahun, pengusaha dapat lebih mandiri dalam pengelolaannya.

Namun, jika dana tidak memadai untuk pengeluaran ekstra jasa konsultan, Anda tidak perlu berkecil hati. Membangun dan mengelola warnet dengan usaha sendiri pun merupakan tantangan tersendiri.

Tempat (Sewa/Beli): merupakan biaya yang dikeluarkan selama warnet berjalan meskipun renovasi seperti pengecetan ulang, pembersihan ruangan, dan menaikkan daya listrik (bila diperlukan). Server : Diusahakan memiliki spesifikasi yang lebih baik dari client. Server dapat digabung dengan komputer kasir. Untuk client, dapat digunakan komputer-komputer bekas dengan catatan, diperiksa dahulu secara keseluruhan.

Perangkat Jaringan: Hub/Switch yang menghubungkan antarclient, jumlah portnya dapat disesuaikan dengan jumlah client. Modem digunakan bila koneksi dilakukan melalui saluran telepon atau ADSL. Access Point dan antena akan diperlukan jika koneksi Internetnya menggunakan wireless. Panjang kabel UTP dan jumlah RJ45 disesuaikan dengan hasil pengukuran dari setiap client ke hub/ switch dan perhitungan jumlah client. Untuk penyatuan kabel dan RJ45, digunakan crimpping tool dan bila perlu, gunakan LAN tester untuk mengetahui penyatuan kabel yang dilakukan berhasil atau tidak.

Furniture yang diperlukan meliputi meja-kursi kasir (bisa sekaligus merangkap admin) dan meja-kursi client. Fasilitas tambahan dapat diperhitungkan, seperti printer, scanner, minuman atau makanan ringan.

Untuk anggaran belanja disarankan dibuat dengan serinci-rincinya agar tidak ada hal-hal yang terlewatkan. Membuat laporan keuangan tentang pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya sebaiknya dilakukan secara benar dan teliti. Sebagai contoh rincian (perhitungan kasar) dapat dilihat pada boks Analisis Break Even Point.

Kabel atau wireless ?
Kepraktisan bisa jadi bahan pertimbangan untuk koneksi Internet di warnet. Penggunaan wireless saat ini mendominasi sebagian besar koneksi ke warnet. Kondisi ini sudah berlangsung sejak 3-4 tahun yang lalu dan semakin meluas sejak penggunaan frekuensi 2,4 Ghz dibebaskan dari biaya lisensi. Meskipun demikian, penggunaan frekuensi radio ini ada batasan-batasan teknis. Namun dalam beberapa tahun ke depan, bisa dipastikan penggunaan wireless Internet link akan tetap menjadi primadona kecuali terjadi perubahan biaya akses via kabel/fiber optic yang signifikan. Sebab walau bagaimanapun, mutu akses melalui kabel atau fiber optic lebih bagus dibanding melalui jalur wireless. Secara teknis, ini menunjukkan kemampuan orang Indonesia dalam memanfaatkan teknologi yang ada untuk memenuhi kebutuhan akan akses Internet yang murah dan cepat. Untuk gambaran jelas dan detail mengenai teknologi wireless, dapat Anda simak pada CHIP Spesial edisi WIRELESS.

55-web-cam.jpg

Nilai Tambah : Perangkat WebCam merupakan daya tarik untuk memikat para pengguna warnet.

Apapun pilihan untuk koneksi Internet, jangan lupakan untuk memperhitungkan bandwith (kecepatan), biaya pengadaan, biaya koneksi dan layanan technical support yang disediakan provider agar masalah cepat teratasi begitu ada masalah.

Model game center lainnya adalah yang mengakomodir game yang memerlukan akses Internet, seperti yang sangat terkenal adalah Ragnarok (biasa disingkat RO), dan biasanya ditempatkan terpisah dengan ruangan warnet. Anda pun dapat menjual voucher game ini untuk pemasukan tambahan.

Perlu diingat, pengadaan game center berarti mengharuskan Anda mengubah atau memperhitungkan kembali investasi awal. Karena spesifikasi komputer untuk game, biasanya lebih tinggi dari sekadar untuk browsing Internet.

Bila Anda memiliki dana lebih dan Anda adalah orang yang peduli serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap dampak keseimbangan sosial, Anda dapat mendidik dan mencerdaskan masyarakat sekitar warnet. Caranya antara lain dengan menyediakan e-Learning dan pelatihan cuma-cuma yang menghasilkan konsep pencerdasan serta menyeimbangkan antara hiburan (chatting), informasi (surfing, e-mail) dan edukasi. Website http://warungilmu.cjb.net adalah salah satu contoh konsep pencerdasan yang dapat diterapkan sebagai bentuk kepedulian pembelajaran di bidang IT.

Billing
Tarif merupakan bagian terpenting dalam billing. Kecanggihan suatu billing ditentukan oleh bagaimana kelengkapan fasilitas serta kemudahan proses konfigurasi dan penggunaannya, baik oleh kasir maupun pengguna warnet. Tarif juga merupakan salah satu strategi marketing. Bila tidak diperhitungkan dengan matang, warnet Anda dapat kalah bersaing dengan warnet lain.

Keuntungan pemakaian program billing adalah memudahkan Anda dalam melakukan perhitungan keuangan, pencatatan waktu lebih akurat, dan pengawasan. Dengan begitu Anda dapat mengurangi kecurigaan terhadap kasir, dan menjalin hubungan kemitraan dengan penyedia jasa program ini.

Sweeping
Aksi sweeping yang heboh dilakukan terhadap warnet pertengahan tahun 2005 oleh aparat kepolisian memberikan satu di antara dua pilihan bagi pengusaha warnet. Menggunakan software legal dengan mengikuti aturan dan harga yang tinggi atau beralih ke software open source-yang tentu saja dapat digunakan dengan cuma-cuma.

Beberapa warnet responden telah mempertimbangkan untuk beralih ke OS open source seperti Linux dan FreeBSD. Tapi, kendala yang dihadapi cukup beralasan untuk masih menunda penggunaan OS open source tersebut. Alasan-alasan tersebut antara lain belum terbiasanya user/ pelanggan dalam menggunakannya walau sebenarnya kompatibilitas dan keandalannya dapat dibilang cukup user friendly. Ada juga yang beralasan, komunitas open source adalah komunitas yang eksklusif, dan pelit untuk berbagi ilmu ke masyarakat pengguna komputer. Namun, ada jalan supaya OS open source menjadi familiar yaitu dengan semakin seringnya membiasakan masyarakat menggunakan OS open source.

Ini seperti istilah ‘apa yang lebih dulu, telur atau ayam?’ Apakah menunggu OS open source menjadi familiar buat orang banyak atau kita yang mem-familiarkan OS open source? Beberapa warnet diketahui telah berani mengambil langkah untuk migrasi ke penggunaan OS open source. Ada beberapa warnet yang sukses, namun ada juga sebagian dari mereka yang akhirnya tutup atau berbalik menggunakan Windows keluaran Microsoft. Namun, untuk menggunakan software legalpun dibutuhkan kocek besar dan kantong tebal. Tidak hanya membeli sistem operasinya saja, seperti Window XP Professional yang dijual seharga US$ 295, namun software-software pendukung Internet lainnyapun harus dibeli dengan harga yang cukup tinggi pula.

Mengenai tanggapan terhadap komunitas open source, Irwin Day mengatakan bahwa sejak tahun 1998 ia menggunakan OS open source dan bergaul dengan komunitas tersebut. Ia mengaku mendapatkan banyak manfaat dan ilmu pengetahuan dari komunitas tersebut. Menurut kesimpulannya bahwa komunitas open source sama sekali tidak pelit. Yang perlu diperhatikan adalah komunitas open source punya budaya yang berbeda dengan komunitas lainnya. Oleh karena itu, diperlukan adaptasi dengan budaya tersebut dulu jika kita ingin bisa diterima dengan baik dan mendapatkan manfaat dari bergabung dengan komunitas tersebut.

AWARI (www.awari.or.id atau mailing listnya: http://groups.yahoo.com/group/ asosiasi-warnet) telah meminta penyedia software legal, dalam hal ini Microsoft, untuk memberikan harga khusus untuk Indonesia. Pihak Microsoft membuka pintu bagi terciptanya kerja sama antara Microsoft dan Awari, namun dengan skema bisnis yang jelas dan tuntutan yang tidak berlebihan. Microsoft akan membantu warnet dalam penggunaan software legal, asalkan bisa menghasilkan nilai tambah bagi kedua industri tersebut.

Namun, Awari tidak mengkampanyekan OS semata, tapi juga mengkampanyekan Legalitas Peranti Lunak yang digunakan di warnet. Setiap saat Awari memberikan edukasi ke warnet-warnet melalui milis mengenai pentingnya menggunakan peranti lunak legal guna menghindari “gangguan” dalam berbisnis warnet. Dalam kampanye tersebut termasuk di antaranya mempelajari bentuk-bentuk lisensi yang ada di peranti lunak yang sering digunakan di warnet. Beberapa diantaranya ternyata tidak memenuhi syarat untuk digunakan sehingga direkomendasikan untuk menggunakan peranti lunak lainnya.

001.png

Awari pun menyayangkan masih adanya pihak-pihak warnet yang merasa bisa berkelit menghadapi aturan legalitas perangkat lunak. Awari sendiri sikapnya jelas: legalkan perangkat lunak di warnet (bukan hanya OS saja). Bagi warnet yang masih bertahan dengan peranti lunak bajakan, Awari mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu melanggar hukum dan setiap saat usahanya terancam untuk diberhentikan oleh aparat. Sampai saat ini, sweeping HAKI masih berlangsung secara teratur. Hari ini lolos bukan jaminan besok lolos lagi!

Prospek
Tarif akses data dari penyelenggaraan jaringan dan jasa Internet yang lebih rendah; meningkatnya kebutuhan akses bagi kalangan yang tidak memiliki sarana akses Internet di rumah, kantor, atau sekolah serta dukungan regulasi yang lebih kondusif memungkinkan usaha warnet mengalami pertumbuhan yang baik dan memiliki prospek yang bagus ke depannya. Namun, perlu digarisbawahi bahwa prospek warnet juga bergantung pada pengelola warnet tersebut, mau diarahkan ke mana warnetnya. Untuk mengetahui hal tersebut, Anda dapat mengintip bocorannya di website blog Irwin Day, http://tayuang.blogspot.com/2006/05/mengembangkan-warnet.html.

Nah, bagi Anda yang telah berencana untuk membangun warnet dan telah memahami tentang cara membangun warnet, bergegaslah untuk mempersiapkan dan menjalankan semuanya dari sekarang. Jadi, tunggu apa lagi?

Agar Warnet Dapat Bertahan “Hidup”

57-iec-price.jpg

Faktor Sensitif : Dengan harga yang bersaing dijamin warnet Anda ramai dikunjungi.

  1. Berikut adalah tips bagaimana mengelola warnet agar dapat bertahan “hidup” dan profitable:
  2. Pilih lokasi yang strategis, seperti di dekat area kampus, sekolah atau pinggir jalan raya.
  3. Usahakan menggunakan PC bermultimedia.
  4. Tambahkan fasilitas penunjang seperti printer, scanner, serta makanan dan minuman ringan.
  5. Pastikan kemudahan fleksibilitas penggunaan penunjang untuk transfer data, seperti tersedianya floppy disk, USB, CD/DVD-ROM. Namun, tidak semua warnet memberikan semua fasilitas ini mengingat mudahnya penyebaran virus dari satu media ke media lainnya.
  6. Kalau ada dana lebih, akan lebih baik warnet dilengkapi dengan webcam, head set, printer, dan fasilitas untuk cetak foto dari kamera digital atau ponsel.
  7. Selain warnet, jika dana terbatas, sediakan juga rental komputer. Dapat dipastikan bila musim skripsi dan tugas-tugas tiba, Anda bisa menghasilkan income yang cukup baik.
  8. Utamakan kenyamanan pelanggan dengan memperhatikan sirkulasi udara yang baik (AC yang cukup dingin atau kipas angin yang berfungsi dengan baik) dan ruang tunggu yang layak.
  9. Selalu pelihara dan update teknologi komputer yang ada di warnet. User akan malas bila memakai komputer tua dengan kecepatan yang lambat. Jangan lupa untuk menggunakan UPS.
  10. Pekerjakan karyawan (kasir, admin atau operator) yang ramah, paham dengan troubleshooting, mau mengajari pelanggan-pelanggan baru, dan dapat memberikan pelayanan yang baik.
  11. Sediakan toilet yang bersih.

Source : CHIP 09 2006
Author : Riyan Sya, ‘ ); document.write( addy95241 ); document.write( ” ); //–>\n Penulis@CHIP.co.id ‘ ); //–> This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

Ketentuan dan Syarat Berlangganan


PASAL 1
Definisi
  1. "IM2" adalah PT Indosat Mega Media yaitu penyedia/penyelenggara Jasa Layanan Internet IM2 Internet Broadband.
  1. "Pelanggan" adalah pemakai Jasa Layanan Internet IM2 Internet Broadband yang disediakan oleh IM2, yang terikat dalam perjanjian ini sebagaimana tersebut dalam Formulir Berlangganan.
  1. "Jasa" adalah Jasa IM2 Internet Broadband yang merupakan jasa akses internet yang disediakan oleh IM2 melalui jaringan 3G, termasuk di dalamnya adalah akses melalui UMTS dan GPRS.
  1. "FB" adalah Formulir Berlangganan yang merupakan form bermaterai yang harus dilengkapi dan ditandatangani Pelanggan untuk diserahkan ke IM2.
  1. "User ID dan Password" adalah kata kunci sebagai identitas Pelanggan untuk melakukan koneksi Internet dengan Layanan IM2 Internet Broadband.
  1. "USIM Card" adalah Universal Subscriber Identity Module yang merupakan aplikasi untuk sistem komunikasi bergerak, yang dimasukkan ke dalam perangkat 3G untuk dapat mengakses layanan komunikasi 3.5G.
  1. "Router" adalah perangkat yang mempunyai fungsi membagikan koneksi 3.5G nirkabel dengan mekanisme ethernet dan juga 802.11g dimana tersedia signal 3.5G.
  1. "Aktifasi" adalah suatu proses yang menjadikan Jasa Layanan IM2 Internet Broadband dapat digunakan.
  1. "Blokir" adalah suatu proses dimana Jasa Layanan Internet IM2 Broadband tidak dapat digunakan sementara oleh Pelanggan.
  1. "Unblokir" adalah suatu proses dimana Jasa Layanan IM2 Internet Broadband dapat digunakan kembali setelah dilakukan blokir.
  1. "Deaktifasi" adalah pemutusan Jasa Layanan IM2 Internet Broadband yang telah diberikan oleh IM2.
  1. "Biaya Berlangganan" adalah biaya yang wajib dibayarkan setiap bulan oleh PELANGGAN atas Jasa Layanan IM2 Internet Broadband.
  1. "Kontrak Berlangganan" adalah semua syarat dan ketentuan yang mengikat IM2 dan PELANGGAN sehubungan dengan penggunaan Jasa IM2 Internet Broadband (3.5G) sebagaimana tertuang di belakang Formulir Berlangganan ini yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
PASAL 2
User ID dan Password, USIM Card, Modem
  1. Setelah permohonan berlangganan disetujui, Pelanggan akan menerima User ID dan Password yang merupakan identifikasi Pelanggan.
  1. USIM Card, modem, dan router (untuk paket Bizz) diterima oleh Pelanggan dalam kondisi tersegel.
  1. USIM Card, modem, dan router (untuk paket Bizz) hanya dapat dipakai untuk Jasa IM2 Internet Broadband (3,5G)
  1. Modem menjadi milik pelanggan setelah memenuhi ketentuan berlangganan paket beserta seluruh kewajibannya.
  1. Segala akibat yang timbul karena penyalahgunaan User ID dan Password sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pelanggan.
  1. Dalam hal pelanggan berlangganan paket Bizz:
    1. Pelanggan bertanggung jawab penuh atas setting router, termasuk untuk mengganti User ID dan Password router dan menjaga keamanan akses agar tidak terjadi penyalahgunaan atau akses yang tidak sah.
    2. Pelanggan bertanggungjawab penuh atas pemakaian router, termasuk atas penyalahgunaan atau akses yang tidak sah yang timbul akibat pemakaian router.
    3. IM2 tidak bertanggungjawab atas penyalahgunaan router dan atau akses yang dimiiiki Pelanggan, termasuk jika terjadi penyalahgunaan akses oleh pihak lain bukan Pelanggan akibat tidak digunakan fitur keamanan yang ada pada router oleh Pelanggan
PASAL 3
Lingkup dan Syarat Perjanjian
  1. Pelanggan menjamin bahwa segala keterangan yang diberikan kepada IM2 dalam FB adalah benar. Jika seluruh persyaratan belum dilengkapi oleh Pelanggan, IM2 berhak menangguhkan Aktifasi atau melakukan Deaktifasi sampai seluruh persyaratan dipenuhi oleh Pelanggan.
  1. Pelanggan bertanggung jawab atas kebenaran data dalam FB dan segala akibat yang timbul karena tidak ditaatinya Ketentuan dan Syarat Berlangganan Jasa IM2 Internet Broadband ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  1. Apabila pemutusan dan pembatalan perjanjian dilakukan setelah Aktifasi, Pelanggan wajib membayar segala biaya yang timbul sehubungan dengan penggunaan Jasa IM2 Internet Broadband yang telah dilakukannya.
  1. Pemilihan user ID sepenuhnya menjadi tanggungjawab Pelanggan dan bukan merupakan tanggungjawab IM2.
  1. Dalam hal pemilihan user ID, Pelanggan wajib memilih user ID yang bukan merupakan nama publik yang telah dipatenkan.
  1. Perubahan data yang dilakukan oleh Pelanggan wajib melampirkan dokumen yang diperlukan terkait dengan perubahan data tersebut dan akan berlaku setelah perubahan data tersebut disetujui oleh IM2.
  1. IM2 tidak bertanggung jawab atas penggunaan User ID dan Password Jasa IM2 Internet Broadband oleh Pelanggan dan bila terjadi penyalahgunaan password oleh pihak ketiga maka segala akibat yang ditimbulkan karenanya menjadi tanggung jawab Pelanggan.
  1. Berdasarkan permintaan tertulis Pelanggan, apabila terjadi penyalahgunaan password oleh pihak ketiga, maka IM2 berhak untuk melakukan pemblokiran atas password dan Pelanggan dapat mengajukan password baru.
  1. IM2 tidak bertanggung jawab atas isi, kebenaran, kerahasiaan dari dokumen yang dikirimkan melalui IM2.
  1. IM2 tidak bertanggung jawab atas kerugian-kerugian pelanggan dan/atau pihak ketiga yang timbul sebagai akibat dari penggunaan Jasa IM2 Internet Broadband.
  1. Pelanggan tidak berhak untuk mengalihkan, menjual kembali dan memindahtangankan fasilitas koneksi Jasa IM2 Internet Broadband kepada pihak lain.
  1. Jasa IM2 Internet Broadband menggunakan prinsip sharing sumber daya jaringan, sehingga performance kecepatan dan ketersediaan konektivitas ditentukan oleh kepadatan trafik yang terjadi, kemampuan perangkat yang digunakan, dan lokasi Pelanggan.
  1. IM2 tidak memberikan jaminan Jasa IM2 Internet Broadband melalui koneksi 3.5G/HSDPA dapat dipergunakan di luar wilayah yang tidak termasuk cakupan jaringan 3.5G Indosat.
  1. IM2 memberikan usaha terbaik sesuai standar pelayanan IM2 untuk Jasa IM2 Internet Broadband melalui koneksi 3.5G/HSDPA agar dapat dipergunakan di dalam wilayah cakupan jaringan 3.5G Indosat.
  1. IM2 tidak berkewajiban memberikan informasi tentang historical akses Pelanggan (web log in, download).
  1. Penggunaan sarana Pelanggan lebih dari 1(satu) perangkat atau sharing dengan perangkat lain tidak direkomendasikan sehingga penggunaan lebih dari 1(satu) perangkat menjadi tanggung jawab pengguna.
  1. Bandwidth meter adalah sarana untuk mengetahui kecepatan koneksi internet yang kinerjanya bervariasi sehingga IM2 tidak memberikan jaminan terkait hasil pengukuran tersebut.
  1. Pelanggan IM2 Internet Broadband Paket You, Pro, Max tidak dapat melakukan migrasi ke paket Eco atau Eco Lite selama masa kontrak berlangganan.
  1. Dalam hal pelanggan berlangganan paket Bizz:
    1. Penggunaan Paket Bizz IM2 Internet Broadband direkomendasikan maksimal 10 perangkat (client) pada saat yang bersamaan untuk hasil yang optimal, dengan menggunakan fitur keamanan untuk akses yang ada pada router.
    2. Penggunaan sarana Pelanggan di luar yang telah direkomendasikan pada ayat 19.a di atas menjadi tanggung jawab Pelanggan.
    3. Pelanggan IM2 eksisting yang melakukan upgrade ke Paket Bizz IM2 Internet Broadband dikenakan masa kontrak 18 bulan terhitung sejak saat dilakukannya upgrade dan ditandatanganinya kontrak/FB upgrade.
    4. Pelanggan IM2 Internet Broadband Paket Bizz tidak dapat melakukan migrasi ke paket yang lain selama masa kontrak berlangganan.
  1. Demi kenyamanan dan keamanan penggunaan Jasa IM2 Internet Broadband, maka Pelanggan dilarang untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan pihak manapun, termasuk dan tidak terbatas pada:
    1. mengganggu atau merusak suatu network atau system komputer pihak manapun,
    2. spamming, atau pengiriman email secara terus menerus dengan tidak bertanggung jawab,
    3. memalsukan email header atau metode lain yang digunakan dengan tujuan untuk memalsukan identitas Pelanggan,
    4. pelanggaran hak milik intelektual,
    5. tindakan-tindakan yang melanggar norma-norma kesopanan, kesusilaan peraturan, atau hukum yang berlaku di Wilayah Republik Indonesia dengan menggunakan Jasa IM2 Internet Broadband.
PASAL 4
Jangka Waktu
  1. Jangka waktu berlangganan Jasa IM2 Internet Broadband adalah berlaku mulai tanggal dilakukannya aktifasi.
  1. Dalam hal Pelanggan tidak melakukan pemberitahuan berhenti berlangganan, maka masa berlangganan akan diperpanjang secara otomatis sampai dengan ada pemberitahuan berhenti dari Pelanggan.
  1. Bagi Pelanggan yang mengikuti layanan Jasa IM2 Internet Broadband yang memiliki paket-paket tertentu yang mewajibkan Pelanggan untuk berlangganan dalam jangka waktu tertentu, misalnya 1(satu) tahun dan sebagainya, maka jangka waktu berlangganan adalah minimal sama dengan jangka waktu yang diwajibkan dalam paket tersebut.
PASAL 5
Hak dan Kewajiban
Selama berlangsungnya Kontrak Berlangganan ini IM2 dan Pelanggan memiliki hak dan kewajiban sebagai berikut:
  1. Hak dan Kewajiban IM2
    1. IM2 mempunyai hak untuk:
      1. Menerima atau menolak permohonan yang diajukan oleh Pelanggan
      2. Menerima pembayaran atas penggunaan Jasa IM2 Internet Broadband sesuai perjanjian.
      3. Sewaktu-waktu meninjau kembali Jasa IM2 Internet Broadband beserta tarif-tarifnya.
      4. Melakukan proses blokir dan deaktifasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
    1. IM2 berkewajiban untuk menyediakan Jasa IM2 Internet Broadband sesuai dengan kemampuan fasilitas telekomunikasi yang dioperasikannya.
  1. Hak dan Kewajiban PELANGGAN
    1. Pelanggan memiliki hak untuk menggunakan Jasa IM2 Internet Broadband sesuai dengan Ketentuan yang berlaku.
    1. Pelanggan berkewajiban untuk:
      1. Membayar biaya berlangganan Jasa IM2 Internet Broadband kepada IM2 sesuai dengan ketentuan dan dan tarif yang berlaku dengan tepat waktu
      2. Memberitahukan secara tertulis kepada IM2 untuk setiap perubahan data Kartu Kredit, termasuk informasi tentang perubahan alamat, perpanjangan, dan expired date Kartu Kredit
PASAL 6
Biaya & Pembayaran
  1. Pelanggan bertanggung jawab atas penggunaan Jasa IM2 Internet Broadband dan wajib membayar seluruh biaya penggunaan Jasa kepada IM2 berdasarkan tarif yang berlaku dengan tepat waktu. Biaya penggunaan Jasa terhitung sejak tanggal Jasa dilakukan aktifasi dan dapat digunakan.
  1. IM2 mengirimkan tagihan penggunaan Jasa IM2 Internet Broadband ke alamat email pelanggan setiap awal bulan, untuk penggunaan selama satu bulan sebelumnya.
  1. Jika Pelanggan memilih penagihan Jasa IM2 Internet Broadband dalam bentuk hardcopy dan dikirim ke alamat pelanggan maka dikenakan biaya sebesar Rp 4.000,- per tagihan (exclude PPN 10%).
  1. Pelanggan wajib melakukan pembayaran atas tagihan penggunaan Jasa IM2 Internet Broadband selambat-lambatnya tanggal 25 (dua puluh lima) setiap bulannya.
  1. Apabila Pelanggan tidak/belum menerima tagihan, Pelanggan harus segera memberitahukan/menanyakan kepada IM2 dan Pelanggan tetap berkewajiban untuk memenuhi pembayaran selambat-lambatnya pada tanggal jatuh tempo.
  1. Dalam hal Pelanggan mengundurkan diri berlangganan, maka biaya swipe awal yang telah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali
  1. Dalam hal Pelanggan memilih pembayaran penggunaan Jasa IM2 Internet Broadband dengan menggunakan Kartu Kredit maka Pelanggan telah setuju untuk setiap bulannya dilakukan pendebetan terhadap Kartu Kredit.
  1. Dalam hal pelanggan telah menyetujui ketentuan dalam butir 7 (tujuh) di atas, maka Pelanggan wajib untuk mengisi formulir persetujuan pembayaran melalui Kartu Kredit yang telah disediakan.
  1. Dalam hal pelanggan melakukan pembayaran penggunaan Jasa IM2 Internet Broadband menggunakan Kartu Kredit maka disyaratkan masa aktif (due date) kartu minimum 3 (tiga) bulan pada awal berlangganan.
  1. Dalam hal Kartu Kredit yang akan digunakan tidak valid, Pelanggan diberi kesempatan maksimum 1(satu) kali untuk mengganti dengan Kartu Kredit yang lain dan wajib mengisi formulir persetujuan pembayaran penggunaan Jasa IM2 Internet Broadband melalui Kartu Kredit untuk Kartu Kredit kedua.
  1. Karena sebab apapun Pelanggan berhenti berlangganan Jasa IM2 Internet Broadband, maka Pelanggan tersebut wajib melunasi seluruh tagihan sesuai ketentuan berlangganan paket, pembayaran paling lambat dilakukan 1 (satu) bulan setelah tanggal berhenti berlangganan.
  1. Pajak yang timbul dari pelaksanaan berlangganan Jasa IM2 Internet Broadband akan ditanggung oleh Pelanggan dan dibayarkan melalui IM2 sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dibidang perpajakan
PASAL 7
Blokir dan Deaktifasi
  1. IM2 berhak untuk melakukan pemblokiran atau pemutusan Jasa IM2 Internet Broadband dalam keadaan:
    1. Pelanggan lalai melunasi biaya-biaya yang dikenakan atas Jasa IM2 Internet Broadband menurut prosedur pembayaran yang telah ditentukan.
    2. Pelanggan melakukan pelanggaran terhadap larangan-larangan penggunaan Jasa IM2 Internet Broadband yang telah diatur dalam ketentuan ini.
    3. Pelanggan telah menyatakan untuk berhenti berlangganan Jasa IM2 Internet Broadband.
    4. Pelanggan tidak melengkapi data administrasi yang disyaratkan.
  1. Pemblokiran dan pemutusan Jasa IM2 Internet Broadband, tidak menghapuskan kewajiban Pelanggan untuk melunasi seluruh kewajibannya yang terhutang sampai dengan tanggal pemutusan tersebut.
  1. Dalam hal pelanggan tidak memenuhi kewajiban untuk melunasi tagihan sampai dengan tanggal jatuh tempo, maka user-id/password akan diblokir oleh IM2.
  1. Apabila dalam tempo selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender setelah pemblokiran user-id/password, pelanggan tetap tidak melakukan kewajiban pembayarannya, maka IM2 akan melakukan pemutusan Layanan Jasa.
  1. Dalam hal terjadi pemutusan Layanan Jasa IM2 Internet Broadband, maka ketentuan ini berlaku terus sampai dengan diselesaikannya hak dan kewajiban masing-masing pihak.
  1. Pelanggan dapat mengajukan permintaan berhenti berlangganan dengan terlebih dahulu memberitahukan secara tertulis kepada IM2 selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelumnya.
PASAL 8
Penyambungan Kembali
  1. Penyambungan kembali Layanan Jasa IM2 Internet Broadband karena pemutusan akan dilakukan setelah PELANGGAN melunasi tunggakan.
  1. Penyambungan kembali karena pemutusan permanen akan diperlakukan sebagai pemasangan baru.
PASAL 9
Force Majeure
  1. Force Majeure adalah kejadian-kejadian yang diakibatkan keadaan-keadaan diluar kekuasaan para pihak yang mengakibatkan terhentinya Jasa IM2 Internet Broadband, termasuk namun tidak terbatas pada gempa bumi, taufan, kebakaran, ledakan, banjir, sabotase, kerusuhan dan huruhara, peraturan dan atau larangan pemerintah.
  1. Setiap kejadian yang bersifat Force Majeure, harus diberitahukan kepada pihak lainnya, paling lambat 7 (tujuh) hari setelah kejadian tersebut berakhir.
  1. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu pihak sebagai akibat terjadinya Force Majeure bukan merupakan tanggung jawab pihak lain.
PASAL 10
Penyelesaian Perselisihan
  1. Apabila terjadi perselisihan antara PARA PIHAK sehubungan dengan Perjanjian ini, maka PARA PIHAK sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat.
  1. Apabila penyelesaian secara musyawarah tidak tercapai, maka dimintakan penyelesaiannya kepada Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) untuk diputus oleh arbiter-arbiter menurut Peraturan Prosedur BANI dalam tingkat pertama dan terakhir.
  1. Kontrak Berlangganan ini tetap berlaku dan PARA PIHAK tetap melaksanakan hak dan kewajiban masing-masing, sampai perselisihan mendapatkan penyelesaian baik sebagai hasil musyawarah maupun berdasar atas keputusan BANI yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap
PASAL 11
Lain-lain
  1. Kontrak Berlangganan ini tunduk pada hukum yang berlaku di Indonesia.
  1. Apabila ada hal-hal yang belum diatur dalam Kontrak Berlangganan ini, maka hal-hal tersebut akan diatur dan ditetapkan kemudian secara tertulis dengan tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan dan peraturan intern IM2 dan hukum yang berlaku di Indonesia.
  1. Apabila terjadi perbedaan data antara IM2 dengan PELANGGAN, maka data yang akurat adalah data yang ada pada IM2.
  1. Kontrak Berlangganan ini meliputi dokumen-dokumen lainnya dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dan mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan Kontrak ini.
  1. PARA PIHAK dengan ini sepakat bahwa dalam penyelenggaraan Kontrak Berlangganan ini PARA PIHAK menaati segala bentuk perijinan dan segala hal yang terkait di dalamnya baik yang disyaratkan oleh Undang-Undang maupun aturan-aturan di bawahnya

THE BEST INTERNET SOLUTION FOR YOUR BUSINESS
Broadband Internet Service with Affordable Price

IM2 IndosatNet Metro Internet adalah layanan Broadband Internet dan IP VPN 24 jam di lokasi – lokasi Gedung POP (Point of Presence) IM2 yang bekerjasama dengan mitra IM2, dimana kualitas akses akan lebih terjamin karena tersedianya jaringan IM2 yang memadai. Tersedia dalam berbagai pilihan Paket, mulai dari 256 Kbps sampai dengan 10 Mbps, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Metro Internet menjadi solusi yang tepat untuk layanan Triple Play (Voice, Video dan Data) dengan harga yang sangat kompetitif.

Fitur

  1. Akses ke port internet internasional menggunakan jaringan Fiber Optik dengan kondisi Managed Aggregate Sharing Bandwidth berlangganan dengan ratio 1:2
  2. Akses ke Domestik Peering IIX (Indonesia Internet Xchange) : Sharing Bandwidth up to 1 Gbps
  3. Routing Protokol : Static Default Route (non BGP) mengikuti IM2
  4. IP Address : 5 IP Address efektif
  5. Email : 2 (dua) email Address
  6. Kapasitas Mailbox : 100 MB

Perangkat yang dibutuhkan

  1. Gateway : Router atau Proxy/ Firewall
  2. Interface : Ethernet RJ 45
  3. Local Area Network (LAN)

Untuk mengetahui ketersediaan layanan IM2 Metro Internet di kawasan Sudirman, Thamrin, Kuningan, Gatot Subroto, Slipi, TB Simatupang, Fatmawati, dan wilayah lainnya di Jakarta, silahkan hubungi kami di 021.78546800

Rasanya untuk listriknya kurang tuh mas. Menurut pengalaman saya, untuk spec
dibawah butuh listrik 4400VA klo pake' monitor CRT, atau kalau pake' LCD
kebutuhannya bisa kurang.

On 5/9/08, Andernyawa <yulian.adhipurna@...> wrote:
>
> saya baru mo buka usaha warnet sama kakak saya
> ada tips gak yang harus dijalankan
> rencananya sih, 10pc klien + 2pc + printer + 2 ac
> listrik 2200 watt
> thanks
>
>
guna memberikan solusi jaringan komunikasi infrastruktur yang lebih cost-efective dan tepat-guna, maka kami menawarkan akses last-mile dengan teknologi wireless handal dengan harga yang lebih kompetitif bergerak di frekuensi 2.4 ghz dan 5.8 Ghz. Untuk keperluan koneksi internet, komunikasi hybrid, jaringan lokal point-to-point, backhaul satelit, jaringan private, akses mandiri (dedicated access), point to multi point dan broadband.



Teknologi lain yang bisa kami tawarkan adalah teknologi berbasis satelit atau disebut VSAT yang memiliki cakupan nasional yang memiliki service level berstandar yang diharapkan terjadi peningkatan efisiensi biaya dan kualitas untuk pelanggan.



Dengan teknologi, Wireless Broadband dan VSAT yang kami punya selain untuk akses internet dapat pula digunakan sebagai media komunikasi data maupun multimedia.



Dalam memberikan layanan teknis dan pemasaran, NasionalOnline didukung oleh team tekhnisi yang memiliki komitmen yang tinggi, professional, dan sangat berpengalaman di bidang Radio Link, VSAT, Internet, Sistem Integrasi, dan Aplikasi lainnya. Kemampuan sumber daya manusia ini tetap terus ditingkatkan, untuk memberikan jaminan kepuasan dan total solusi yang baik kepada seluruh pelanggan yang ada, maupun potensi pelanggan baru yang membutuhkan layanan Sistem Integrasi, Koneksi Internet, Aplikasi dan sebagainya.



NasionalOnline memberikan layanan yang lengkap kepada para penggunanya, mulai dari layanan dasar sampai kepada produk jasa nilai tambah dengan platform Internet Protocol (IP).





Penerapan Teknologi Wireless



Wireless Internet

Wireless Internet, merupakan solusi koneksi internet dan intranet berbasis Broadband, teknologi ini dapat dimanfaatkan sebagai WAN, intra branch / antar cabang dalam satu kota dengan bandwith yang memadai. Dengan bandwith ini enterprise dapat memanfaatkan untuk aplikasi client-server atau untuk komunikasi multimedia intra branch.



Multi-Tenant Unit Internet Access

Multi-Tenant Unit adalah suatu Metropolitan Area Network dimana, layanan koneksi internet disediakan oleh NasionalOnline baik berupa backbone berbasis kabel seperti serat optik atau wireless pada gedung-gedung, komunitas (rt/rw net, end-subnode, dll)





Jenis Layanan dan Keunggulan NasionalOnline :



q Tersedianya Sistem Jaringan Komunikasi berbasis internet (Internet Protocol atau IP)

yang terintegrasi untuk mendukung kegiatan operasional, jaringan memiliki cakupan luas, yang terintegrasi langsung dengan menggunakan koneksi Wireless Broadband dan VSAT.



q Jaringan Komunikasi yang dibangun berorientasi masa depan, serta dapat pula dimanfaatkan untuk kebutuhan komunikasi lainnya seperti komunikasi VoIP, Video Conference, Multimedia, dan berbagai Aplikasi Sistem lainnya.



q Pembangunan sistem komunikasi dapat dilakukan secara bertahap (scalable) serta meningkatkan efisiensi dan biaya yang efektif (cost saving).



q High Speed Connection, Kecepatan akses internet 30x lebih cepat dari internet system dialup 56 kbps.



q Always-on Connection, Keleluasaan untuk menggunakan akses internet selama 24 jam sehari dan 30 hari dalam sebulan (unlimited access).



q No Phone Cost, Tidak ada beban biaya pulsa pulsa telepon dari penggunaan internet.



q High Securitas, Akses dengan sekuritas tinggi yang aman digunakan dalam menjalankan berbagai aplokasi dan transaksi media internet.



q Customer Help Desk/Support Center, Merupakan pusat dari pelayanan ke pelanggan setiap harinya, yang di tangani oleh staff yang akan memberikan penyelesaian masalah yang terjadi di tempat pelanggan.



q Service Level Agreement / SLA, Untuk jaminan serta kepuasan kepada pelanggan, maka nasionalOnline memberikan SLA (Service Level Agreement), Response Time hingga 4 jam dengan tenggang waktu sampai 6 jam, kami merespon keluhan dari pelanggan dan bila sampai dengan tenggang waktu di atas maka pelanggan akan mendapatkan biaya reduksi / potongan sesuai dengan perjanjian.

q Akses Internet sesuai permintaan, dimana pelanggan mendapatkan akses ke internet melalui Domestic Link (IIX dan peering) tidak dibatasi. Shaping bandwidth hanya di International Link sesuai dengan akses berlangganan.



q Bandwidth Quality, secara terus menerus memonitor link supaya tidak terjadi oversubscribe, yang akan mempengaruhi kinerja jaringan pelanggan. Pada saat minimum threshold tercapai, bandwidth akan segera ditingkatkan untuk menjamin

kepuasan pelanggan.





NasionalOnline memberikan layanan yang lengkap kepada para penggunanya, mulai dari layanan dasar sampai kepada produk jasa nilai tambah dengan platform Internet Protocol (IP).





Penerapan Teknologi Wireless



Wireless Internet

Wireless Internet, merupakan solusi koneksi internet dan intranet berbasis Broadband, teknologi ini dapat dimanfaatkan sebagai WAN, intra branch / antar cabang dalam satu kota dengan bandwith yang memadai. Dengan bandwith ini enterprise dapat memanfaatkan untuk aplikasi client-server atau untuk komunikasi multimedia intra branch.



Multi-Tenant Unit Internet Access

Multi-Tenant Unit adalah suatu Metropolitan Area Network dimana, layanan koneksi internet disediakan oleh NasionalOnline baik berupa backbone berbasis kabel seperti serat optik atau wireless pada gedung-gedung, komunitas (rt/rw net, end-subnode, dll)



Dengan layanan tersebut akan memiliki fasilitas telekomunikasi berbasis internet sehingga menambah nilai jual bagi gedung atau komunitas yang memiliki fasilitas layanan ini.



1.WIRELESS BROADBAND

Harga bandwidth (1:1)

International Guaranteed Bandwidth


Local

Guaranteed Bandwidth


Monthly Fee

(Rp)

64 kbps


1 Mbps


5.800.000

128 kbps


1 Mbps


9.750.000

256 kbps


2 Mbps


15.825.000

512 kbps


2 Mbps


21.875.000



* Biaya Registrasi free

* Kontrak berlangganan minimal 1 tahun

* Biaya pemasangan Wireless Broadband adalah : Rp 2.000.000

2.KU Band

Harga bandwidth (CIR 1:1) sebagai berikut :

Bandwidth Package


Monthly Fee

(Rp)

512 Kbitps


7.000.000

1 Mbitps


12.000.000

1,5 Mbitps


16.000.000



Keterangan prangkat yang digunakan :

ü V-Sat KU ,dish 1,8m

ü HUB-nya di Malaysia

ü satelite Nss6

ü modem SURFBEAM

ü dish ANDREW 1,8m



Ada 2 cara untuk pemakaian perangkat:

* Beli (US$ 3500 )

§ Dish 1,8m

§ Modem

§ LNB & BUC

§ Cable 20mtr

* Sewa

à Kontrak 2 tahun biaya sewa Rp 1.500.000,- / bulan
à Kontrak 1 tahun biaya sewa Rp 2.000.000,- / bulan

Biaya-biaya:

* Biaya pemasangan KU-band adalah : Rp 3.500.000,-

(Diluar transport dan akomodasi)

* Biaya registrasi untuk ku band US$ 250

* Biaya Dismantle (jika sewa) Rp 2.500.000

(Diluar akomodasi dan transportasi, dibayar di muka)





3.C Band

Harga bandwidth (CIR 1:1) sebagai berikut :

Bandwidth Package


Monthly Fee

(Rp)

512 Kbps


10.000.000

1 Mbps


16.000.000

1,5 Mbps


21.500.000

2Mbps


26.500.000



Ada 2 cara untuk pemakaian perangkat:

* Beli

Harga alat untuk C band

§ 1.8m buc 2 watt modem linkstar = 6.500 USD

§ 2.4m (second) buc 2 watt modem linkstar = 7.500 USD

§ 2.4m (baru) buc 2 watt modem linkstar = 8.500 USD

* Sewa (2.4 m dish)
à Kontrak 2 tahun biaya sewa Rp 2.500.000,- / bulan
à Kontrak 1 tahun biaya sewa Rp 3.500.000,- / bulan



Biaya-biaya:

* Biaya pemasangan C-band adalah : Rp 4.500.000,-

(Diluar transport dan akomodasi)

* Biaya registrasi untuk ku band US$ 250

* Biaya Dismantle (jika sewa) Rp 3.500.000

(Diluar akomodasi dan transportasi, dibayar di muka)



Ketentuan



1. Save deposit adalah sebesar harga bandwith 1 bulan

2. D.P minimum adalah 60% dari Total biaya

3. Proses pengiriman dibutuhkan waktu 2- 4 minggu tertanggal dari pembayaran D.P

4. Untuk sewa VSAT dikenakan deposit 2 bulan + 1 bulan pembayaran (monthly fee) , dibayar dimuka

5. Untuk beli VSAT dikenakan deposit 1 bulan + 1 bulan pembayaran (monthly fee) , dibayar dimuka

6. Harga berlaku terhitung 1 bulan sejak penawaran dibuat

7. Harga diatas belum termasuk PPN











Demikian surat penawaran ini kami sampaikan, sekiranya kalau belum paham jangan segan-segan menanyakan langsung kepada kami, besar harapan kami dapat bekerjasama dengan Bapak/Ibu, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.





UNIT CORPORATE CUSTOMER JAKARTA



N A M A : S H O D I Q

JABATAN : MANAGER

ALAMAT : Dasana Indah Blok RF1/11a Bonang

Legok Tanggerang 15820

TELEPON : 021-7015 9669

021-9250 2822

0888 115 8282







NB: harga alat (yang second dapat berubah setiap waktu/berfluktuasi)

Persiapan Pendirian Sebuah Warnet (1)

Persiapan Pendirian Sebuah Warnet (1)

| | Comments (20) | TrackBacks (0)

Selain disampaikan lewat komentar di beberapa artikel di blog ini, beberapa pertanyaan tentang cara menyiapkan sebuah Warnet sampai di kotak surat elektronik saya. Perlu saya tegaskan di sini bahwa saya bukan pengusaha Warnet, belum pernah bekerja di/untuk Warnet, dan tulisan saya tentang Warnet lebih berdasarkan pada kabar yang saya terima dari media massa atau mailing list. Tambahan lainnya: jika sedang di luar kantor dan ada waktu luang, saya kerap menyempatkan mengunjungi Warnet terdekat. Ongkos yang saya keluarkan untuk akses Internet lewat Warnet terasa lebih bermanfaat dibanding dibelanjakan untuk “hiburan” lain. Alhasil, pada saat menjenguk ibu dan kerabat di sebuah kecamatan di Jember, Jawa Timur, saya perlukan mendatangi ibukota kabupaten untuk mencari Warnet karena belum ada investor yang mendirikan Warnet di kampung kami.

Apa saja yang perlu disiapkan untuk mendirikan sebuah Warnet? Untuk sampai benar-benar layak dan siap beroperasi, tentu perlu konsultasi serius dengan mereka yang berpengalaman (atau, barangkali sudah ada profesi “konsultan Warnet”?). Di tulisan ini hanya beberapa pertimbangan yang saya amati di lapangan dan dengar dari salah satu teman pengelola Warnet.

Pemilihan lokasi

Sebagian pihak menyebut bahwa berlokasi dekat dengan kegiatan mahasiswa menguntungkan bagi Warnet. Contoh: di Simpang Dago, Bandung, yang tidak jauh dari kampus ITB, ada sebuah Warnet besar yang juga punya cabang di Jatinangor, lingkungan kampus ramai di daerah Bandung Timur. Begitu pula di seputar Jalan Tamansari, Bandung, yang dekat dengan kampus Unisba dan Unpas. Demikian halnya Warnet yang konon terbesar di Kota Jember berada di daerah Tegalboto, kawasan kampus Universitas Negeri Jember.

Kendati demikian, pengakuan berbeda dari teman yang saya sebut sebagai pengelola Warnet di atas: lokasi Warnetnya justru bukan di lingkungan mahasiswa namun salah satu keuntungan menurutnya, “Tidak ada musim sepi karena liburan.” Sepengetahuan saya memang ada beberapa kampus yang menjadi sepi pada saat liburan karena ditinggal banyak mahasiswa pulang kampung atau berlibur. Namun ada pengecualian: kampus yang memiliki banyak mahasiswa dari kota yang jauh relatif tidak menjadi sepi terlalu drastis pada masa liburan — faktor ongkos pulang kampung.

Alternatif pengunjung lain adalah kelompok pekerja. Sudah mulai ada orang-orang yang mendatangi Warnet untuk bekerja secara remote. Saya baru mencoba cara seperti ini untuk pekerjaan pribadi, mengurus situs Web. Salah satu tulisan di situs ini saya ketik di sebuah Warnet di Jember (menggunakan Notepad di Windows XP, duh!). Pun waktu harus mengunjungi Medan selama tiga hari, saya pilih Warnet yang dekat dengan hotel untuk tetap bersentuhan dengan “jejaring sosial” dunia maya yang merupakan bagian dari pekerjaan pribadi.

Jumlah komputer

Investasi komputer dalam jumlah banyak adalah faktor penting berikutnya. Selain tingkat utilisasi pemakaian koneksi Internet lebih tinggi, jumlah komputer yang memadai akan menghindarkan pengunjung dari menunggu terlalu lama atau meninggalkan Warnet. Saya pernah mengunjungi Warnet dengan tiga ruangan penuh pengunjung: satu untuk akses Internet, satu penuh dengan maniak pemain online game, dan satu lagi gabungan antara permainan online dan pengetikan skripsi. Pada saat saya pergi dari lokasi, pukul tiga lebih dini hari, ketiga ruangan tersebut masih terang-benderang dan pengunjung asyik melototi komputer sebagian dengan telinga tertutup headphone.

Konsekuensi jumlah komputer ini diikuti oleh investasi yang lebih besar untuk ongkos koneksi Internet. Salah satu Warnet besar di Bandung adalah pelanggan peringkat atas di PJI dan berbeda dengan Warnet kecil yang menjual ulang koneksi Internet ke “tetangga sekitarnya”, Warnet besar ini menyedot habis lebar pita koneksi.

Jumlah sekitar 20 buah komputer memadai untuk Warnet yang datang dengan modal memadai, sedangkan jika memang hoki, berawal dengan 40 buah komputer pun pengunjung antri!

Saya pilih dua poin di atas terlebih dulu agar artikel ini tidak terlalu panjang. Pertimbangan berikutnya akan saya tulis pada entri mendatang. Koreksi dan tambahan sila dikemukakan lewat komentar entri ini. Sumber lain yang sering membahas seputar bisnis Warnet secara praktis adalah mailing list Asosiasi Warnet.

trouble warnet

Yth. Rekan-2 milis,

Hampir dua minggu bahkan mungkin lebih saya tidak dapat berinteraksi dengan
teman-2, keluarga serta milis manapun via email.

Email saya baik yang di yahoo maupun gmail selalu di ikuti dengan virus /
adware...bahkan sarana chat (YM) juga ikut bermasalah.

Saya hanya bisa membuka dan membaca, bila mencoba untuk compose ....pasti
terjadi error pada browser (IE, Firefox, Opera).

Pada setiap PC ataupun laptop yang saya pergunakan untuk mencoba
compose email, pasti terdapat adware yang menyebabkan tidak dapat
terbukanya web yang menjadi tujuan saya karena selalu di belokkan ke
web yang lain.



Berbagai anti virus dan adware sudah saya pergunakan baik yang trial,
resmi, gratisan atau bajakan dengan tujuan membasmi serta mencegah
virus dan ad/spyware...tetap saja tidak berhasil. Kaspersky, Symantec,
NOD32, Avira, AVG, Spybot, Ad-Aware, Adware Spyware Be Gone, Pcmav,
Ansav dll sudah saya pergunakan dan....gagal.

Alhasil seluruh PC yang ada di warnet termasuk PC-operator dan laptop
pribadi menjadi korban, padahal pada PC-User sudah saya pasang
Deepfreezee tetap saja gagal mencegah virus dan adware dan yang
terserang semua EXE termasuk billing system.



Saya juga sudah melaporkan hal ini ke Yahoo dan Gmail, yang menyatakan
bahwa email saya "clean" alias tidak bermasalah.. duh tambah bingung
lagi....

Akhirnya masalah ini mencapai klimaksnya ketika semua user (kebetulan
penuh) secara bergantian atau bersamaan restart sendiri karena billing system
sudah
parah kerusakannya...dan dengan penuh permintaan maaf semua user saya
persilahkan meninggalkan tempat tanpa harus membayar alias
freeeeeeeee....dari pada kehilangan langganan.

Beruntung (orang Jawa selalu untung) user-2 tsb bisa mengerti dan tetap
mau membayar meskipun tidak 100%...terima kasih untuk pengertian itu.

Hari itu Jumat 13 Juni 2008 saya hanya terdiam dan terduduk...tidak tahu apa
yang saya harus perbuat, bingung, geram dll.....

Sejak hari itu warnet saya tutup untuk maintenance....semua PC saya
format ulang....karena registry dan semua file EXE sudah hancur dan
sekalian membasmi virus serta adware/spyware...

Virus yang saya temukan adalah sality, alman, trojan, blue fantasy, brontoks dan
teman-2nya sesama virus.


Selama 2 hari saya melakukan maintenance dengan dibantu seorang teknisi
IT, dan selama itu kami selalu menemui masalah yang sama meskipun sudah
di format dan install ulang...

Saya mencoba mencari jawaban melalui paman google dan..... tidak ada
yang pas karena masalah virus ya harus dibersihkan dengan anti virus,
masalah adware/spyware juga harus dibersihkan dengan anti
adware/spyware...semua juga tahu...:P

Secara tidak sengaja dari google saya membaca tentang cara mencari IP
yaitu dengan ...ipconfig /all...iseng-2 sambil kebingungan saya mencoba
hal itu dengan "cmd" terus "ipconfig /all".....dan....akhirnya saya
temukan 2 buah IP DNS asing yang bukan milik provider. Saat itu juga
saya mintakan konfirmasi dari isp tentang IP asing tsb, ketika mereka
mencoba me-remote dan tracert ke router ternyata tidak bisa berjalan
mulus bahkan mereka tidak bisa melakukan koneksi ke router.

Setelah IP asing tsb saya remove...akhirnya semua bisa berjalan mulus
lagi....akh begitu simple masalahnya dan sama sekali tidak terduga.
Ternyata selama ini jaringan yang berada di dalam warnet telah di
remote oleh seseorang....saya tidak mau menuduh meskipun tahu....IP
asing tsb telah di isikan secara manual (?) kedalam Advance TCP/IP
Setting tanpa setahu operator.

Tentu saja yang menjadi sasaran adalah pribadi saya yaitu dengan
meng-hack atau crack email saya sehingga alamat email saya bisa menjadi
pembawa virus via internet....dan cuma menyerang warnet saya
sendiri...(?)



Dari kejadian ini saya terpaksa menutup warnet selama 3 hari dan 2 buah
hard disk PC-user plus 2 buah hard disk backup manjadi "bad" (total 4
buah hard disk).....eh...setelah buka selama 1 hari ....saya harus
tutup lagi karena terkena giliran pemadaman listrik....:P

Ini adalah pengalaman pribadi yang sangat berharga bagi saya, semoga
saja tidak ada rekan-2 pengusaha warnet yang mempunyai nasib seperti
saya...

Posting ini adalah yang pertama kali saya lakukan setelah kejadian tsb di atas,
semoga saja tidak ada masalah lagi.

Maaf bila terlalu panjang.....curhat ceritanya nih...

Terima kasih,



Salam kompak,

Sayekti Waluyo